4/12/17

Novel of The Thinker | Nation Show You The Complexity of Civilization Establishment.

BY abimanyusurya nagara No comments

 Nation Show You The Complexity of Civilization Establishment.

Nation is a novel by Terry Pratchett, published in the UK on 11 September 2008. It was the first non-Discworld Pratchett novel since Johnny and the Bomb. Nation is a low fantasy set in an alternative history of our world in the 1860s.
Originally publishedSeptember 11, 2008
Page count416
GenresAlternate history, Fantasy

     Terry Pratchett dengan kemampuannya yang tidak biasa, dengan deskripsi sastra yang khas kembali berhasil membuat para pembaca setianya tercengang dengan sebuah novel berjudul Nation. Setelah sukses dengan karya-karyanya The Carpet People dan The Colour of Magic, kini author kebangsaan England tersebut mewarnai dunia kesusastraan dengan kompleksitas pemikiran mengenai penciptaan unsur-unsur peradaban dengan latar belakang Kepulauan Selatan dan budaya Inggris yang herritage. Pria yang mendapat julukan the UK's best-selling author of the 1990s itu menceritakan sebuah gejolak perdebatan dalam diri seorang pemuda terhadap keyakinan-keyakinan yang selama ini diyakini seluruh penduduk Nation, dengan deskripsi yang kental sastra khas ala Terry Pratchett  itu diceritakan dari sudut pandang peran utama yakni Mau yang menuntut alasan mengapa seluruh kerabatnya dimusnakan dalam satu musibah gelombang laut pasang yang dahsyat serta mengapa hanya ia yang disisakan bersama seorang gadis asing dari Inggris. Seluru hal yang dialaminya mereduksi pemikiran Mau akan religiusitas yang selama ini ia pegang. Dalam novel ini sempat disinggung pengesahan Magna Carta dan pemaparan teori evolusi Darwin yang merefleksikan latar waktu kisah naratif ini yakni sekitar tahun 1800-an Masehi. Novel ini sangat cocok sekali bagi seorang yang senang berpikir dan maniak science fiction, anda akan dimanjakan oleh permasalahan proses penciptaan jati diri, adat, keluarga, hingga peradaban yang sangat tidak biasa. Permasalahan-permasalahan yang digagas dalam novel ini akan membuka wawasan pemahaman anda terkait kompleksitas proses konstruksi pemikiran.

Review:
Nation berlatar belakang di sebuah pulau Laut Selatan. Ini bercerita tentang seorang remaja yang akan beranjak dewasa bernama Mau, kepulauan Laut Selatan itu memiliki tradisi memperingati proses perubahan dari masa remaja ke dewasa melalui ritual pendewasaan yang sangat kental dengan etnik. Mau harus dibawa ke sebuah pulau terdekat yang tampak mistis lalu ditinggalkan di sana untuk menemukan jalan sendiri kembali ke tempat tinggalnya. Mau pun berusaha dengan keras, dengan caranya sendiri untuk kembali ke tempat tinggalnya, yakni di pulau di daerah Laut Selatan. Ketika Mau dengan berbangga diri menginjakkan kakinya di pulau tempat kelahirannya, namun tidak ada seorangpun di sana yang menyambutnya seperti  upacara pendewasaan dilaksanakan. Tidak ada keluarganya, tidak ada teman-temannya, semuanya telah lenyap. Sebuah gelombang pasang telah menghanyut seluruh masyarakat dan menggantinya dengan sebuah kapal dengan julukan Sweet Judy terdampar porak poranda serta seorang gadis muda Inggris bernama Daphne.
Pada pertemuan pertama, Daphne dan Mau tampak sangat waspada terhadap satu sama lain dan cenderung mencurigai akan hal-hal yang buruk yang dapat dilakukan karakter lawan mainnya itu - Mau bahkan tidak yakin bahwa Daphne nyata pada awalnya- Pratchett tampaknya bersenang-senang dengan menuliskan ketidakmampuan mereka untuk memahami satu sama lain terkait dengan perbedaan bahasa yang ia miliki dan tentu saja dengan upaya mereka untuk mempertahankan budaya mereka sendiri. Ada adegan yang sangat lucu namun pedih di mana Daphne mengundang Mau ke pesta perjamuan teh dadakan yang ia rencanakan di dalam Sweet Judy. Daphne mengundang Mau dengan cara yang unik, ia memberikan sesuatu yang bergambarkan sososk seorang laki-laki (sebagai Mau), panah sebagai petunjuk arah dan gambar kapal sebagai lokasi yang ditunjuk. Namun Mau menerjemahkan itu sebagai anjuran untuk menombak Sweet Judy. Akhirnya dengan terang-terangan Mau menombak badan dari Sweet Judy yang secara tidak langsung mengagetkan Daphne yang berada di dalamnya sedang sibuk menyiapkan pesta kecil-kecilan yang ia rencanakan. Untuk beberapa saat Daphne berpikir akan tindakan aneh Mau yang menombak kapal Sweet Judy, namun pada akhirnya ia berkesimpulan itu adalah cara orang setempat untuk memberikan salam atau sekedar menunjukkan keberadaannya. Lalu kemudian, Dia mencoba untuk memasak scone untuknya. Mau mendapatkan kesan bahwa Daphne bermaksud baik walaupun sconenya luar biasa tidak enak karena tepung yang digunakan untuk membuat scone secara tidak sengaja terkontaminasi dengan bangkai lobster.
Hari-hari berlalu, pulau terisi dengan puluhan pengungsi lain. Keadaan menuntut Daphne untuk mengajarkan wanita-wanita disana tentang menyusui di sisi lain ia juga harus mengunyah daging untuk seorang wanita tua tanpa gigi. Ketika masyarakat berkembang dibawah tekanan sekumpulan penjajah, Mau merasakan keterkejutan sekaligus kengerian bahwa dia lah yang akan membawa nasib orang-orang di sekitarnya.

Mengapa saya membaca buku ini?
Buku ini dituliskan oleh penulis terkenal Terry Pratchett. Setelah mendapat beberapa review dari kerabat mengenai kelebihan-kelebihan novel karangan Terry Pratchett, akhirnya Nation menjadi pilihan saya selanjutnya sebagai novel bacaan pada saat senggang. Selain itu, fakta bahwa beberapa novel Terry Pratchett seperti Discworld yang mendadak sangat booming di Indonesia juga mendorong saya untuk mencanangkan Nation sebagai novel yang akan saya review setelah membacanya dengan tuntas.
Pratchett adalah, seperti Mark Twain, atau Jonathan Swift, bukan hanya seorang penulis besar tetapi juga pemikir asli. Look at his heroes, for instance. Mau mendapatkan kekuatannya melalui proses yang rumit berhadapan dengan kelemahan-kelemahannya selama ini. Dia memilih menanggungnya dari pada memperdebatkan itu dan menghabiskan waktu. Semakin banyak yang ia tanggung, semakin banyak orang-orang disekitanya mempercayainya dan mulai mengandalkannya, dan pada akhirnya, dialah yang menjadi pemimpin secara tidak sadar. Hal ini ditunjang fakta bahwa dialah keturunan terakhir suku yang berada di pulau tersebut, dialah kepala sukunya pada saat ini. It's more interesting, more emotional and more educational than anything you'll see on the news or in TV show. Am I making it sound hyperbolic? It really isn't. It's Outstanding, funny, lighthearted and, like all the best compositions, serious and comedy in perfect timing. In some part of the multiverse there is probably a civilisation based on the thinking of Terry Pratchett - and what a civilised civilisation that will be.

“Berpikir” Ya, hal itu ada dalam buku ini. And that’s true, ini adalah novel pertama yang membuat saya berpikir keras lebih dari pada novel-novel yang sebelumnya saya baca.

Nation adalah novel dengan sejuta pemikiran. Dengan tema pokok yaitu tentang konstruksi dan penciptaan : Konstruksi dari tempat tinggal, keluarga, aturan-aturan dan adat, serta keyakinan. Hal ini adalah tentang mereka yang menjadi bagian penting dari peradaban itu sendiri dan individu-individunya dalam penyampaian yang sangat rasional serta emosional. Writing that line just now makes me realise how weird that might sound to those who haven’t read the book. Above all it makes me think about how hard it is to pull something like this off and to keep a balance between what

drives a story and the story itself without making a book about ideas, a book that is solely about ideas. If that makes any sense at all – I am finding it extremely hard to write this review because how do you describe perfection? Especially when it’s so affecting?

10/13/16

Guru Les Menggambar/Melukis Murah

BY abimanyusurya nagara No comments

Halo! Kabar gembira bagi kamu calon seniman profesional.
Telah dibuka Nagara Tutor Class, yang akan memberikan kamu tutor secara privat mengenai menggambar dan melukis baik tradisional maupun digital ! Kamu juga bisa belajar tentang illustrasi komik juga loh! 


Les Privat Melukis / Menggambar adalah program les privat yang diberikan untuk anak-anak, remaja maupun dewasa. Bentuk kegiatan melukis/menggambar untuk anak-anak adalah seperti mewarnai gambar-gambar yang sudah tersedia hingga mereka mampu mewarnai yang dengan baik. Jika sudah mahir dan dianggap mampu untuk melakukan step berikutnya maka dilanjutkan dengan pelajaran inti menggambar & melukis.     

Belajar melukis & menggambar merupakan kegiatan yang sangat baik dan bersifat refleksi bagi kemampuan motorik khususnya anak-anak. Kegiatan ini sangat cocok untuk memperluas daya imajinasi anak-anak dan merangsang konsentrasi dan melatih anak-anak mengenal dunia seni. Memberikan pengetahuan tentang menggambar dan melukis kepada anak-anak sejak dini adalah upaya yang sempurna untuk menjadi pelukis atau illustrator profesional di masa depan.

Les Privat Menggambar/Melukis bersama guru les privat ke rumah dari NAGARA TUTOR CLASS  tidak hanya untuk anak-anak TK, SD atau SMP tetapi berlaku juga untuk siswa SMA bahkan alumni SMA yang akan melanjutkan kuliah di jurusan tertentu seperti Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa, Desain Grafis, dan sebagainya



Lama Belajar Les Privat melukis / Menggambar :
Perpertemuan : 1,5 jam ( 90 menit)
Biaya Les dapat di lihat dibawah ini:



No
Jenjang
Biaya Reguler per Pertemuan
1
TK / PAUD
Rp. 80.000,-
2
SD kelas 1 - 5
Rp. 80.000,-
3
SD kelas 6
Rp. 90.000,-
4
SMP kelas 7 & 8
Rp. 95.000,-
5
SMP kelas 9
Rp. 100.000,-
6
SMA kelas 10 & 11
Rp. 120.000,-
7
SMA kelas 12
Rp. 130.000,- 
9Pasca SMARP. 150.000,-


















Informasi & pendaftaran Les Privat Melukis / Menggambar dapat menghubungi NAGARA TUTOR CLASS di 081230217500  


#carigurules #gurulesgambar #gurulesmelukis #drawingtutor #paintingtutor #manga #realism #realis #comic


-Guru Les Privat Melukis

-Guru Les Privat Menggambar Manga
-Guru Les Privat Menggambar Komik
-Guru Les Privat Digital Painting







Berikut beberapa portofolio kami



























 


1/11/15

Review Unsur Estetis dalam Cover Novel Karya Dan Brown

BY abimanyusurya nagara No comments

 Review Unsur Estetis dalam Cover Novel Karya Dan Brown
Oleh : Abimanyu Surya Nagara | 14.42010.0012

     Dalam pembuatan suatu bahan bacaan salah satu faktor pendukung adalah cover dengan desain yang dapat menarik minat pembaca. Penggunaan unsur estetis yang tepat dapat menggugah minat konsumen untuk membaca atau sekedar melihat cover dari bahan bacaan tersebut. Hal ini didukung fakta yang telah beredar di kalangan umum bahwa penilaian isi bacaan dapat diekspektasikan melalui cover bacaan itu, semakin baik desain cover maka semakin besar kemungkinan pembaca tertarik.
       Berbagai macam unsur estetiks yang terdapat dalam beberapa cover novel karya Dan Brown hendaknya menjadi suatu nilai tambah yang patut dikaji. Pasalnya unsur estetis tersebut terbilang cukup menarik karena terkait sejarah dan metafora dipadukan seni yang seimbang sehingga tampak menarik.  Karena unsur-unsur itulah, penjualan novel ini terbilang cukup tinggi. Berikut merupakan beberapa cover novel karangan Dan Brown:
       1. Lost Symbol




Dalam desain cover novel berjudul “The Lost Symbol” di atas kurang lebih telah banyak menggambarkan peristiwa yang terdapat di dalamnya. Selain itu, jelas tampak unsur estetik yang disuguhkan. Novel yang memuat kisah berunsur misteri dengan dibumbuhi sejarah seni yang kental ini juga sangat kaya metafora yang berkaitan dengan kesenian.  Di dalam cover novel tersebut tampak berbagai macam simbol yang dipadukan dengan apik menjadi sebuah background yang elegan dengan mix retro (tampak seperti tembok retak dengan kesan kuno). Selain itu pula, terdapat sebuah gambaran berlatar gaya eropa dengan langit berwarna merah yang sangat mengesankan kemisterian novel tersebut, dari sisi ini tampak jelas sekali bahwa Dan Brown ingin menunjukkan keeksistensiannya dalam penulisan fiksi misteri.  Dan ditengahnya terdapat suatu gambaran sebuah simbol yang dapat memicu berbagai pertanyaan bagi konsumen perihal sejarah atau latar belakang simbol tersebut. Dengan perpaduan metafora dan pengetahuan tentang simbiologi membangun unsur estetik yang tampak baru khususnya bagi penikmat novel.


2.      Angels and Demons

“Angels and Demons” merupakan salah satu karya Dan Brown yang  tidak ketinggalan eksistensinya terutama dalam hal kontroversi. Novel yang difilmkan oleh Skylark ini memang terbilang kontroversial karena memuat berbagai hal yang tabu mengenai ILLUMINATI dan beberapa sekte lainnya. Cover novel “Angels and Demons” ini tidak kalah menariknya dengan alur cerita yang dipaparkan. Kali ini, tidak hanya satu rancangan desain cover yang ditawarkan, tetapi beberapa yang juga sangat kental metafora serta misteri. Berikut adalah rancangan cover novel “Angels and Demons” buah karya Dan Brown tersebut.
Rancangan cover novel Angels and Demons diatas tidak seperti rancangan cover Lost Symbol  yang kaya gambar dan simbol. Pada rancangan kali ini tampak sedikit minimalis dengan didukung warna abu-abu kehitaman yang tampak elegan tanpa kehilangan unsur misterinya. Warna abu-abu sendiri melambangkan ketenangan atau keheningan yang tentunya sangat mempengaruhi unsur kemistisan yang tampak sangat sinergis dengan identitas diri seorang Dan Brown. Jika diteliti lebih dapat kita temukan sebuah “ambigram”  pada pertengahan antara gambar cincin dan tulisan judul.
Ambigram merupakan salah satu seni yang bisa dikategorikan kedalam bidang tipografi karena berkaitan dengan tulisan. Seni ini terbilang sangat unik karena menyajikan kesenian tulisan yang dapat di lihat dari dua sudut bahkan lebih. Seni ini sebenarnya juga bisa diterapkan di luar konteks “tulisan” seperti bidang atau yang lainnya.


Di tengah cover terdapat cincin bersamaan dengan simbol dua kunci dan mahkota di dalamnya, relief dua kunci pada cincin ini sangat identik dengan relief yang ada pada cincin kepausan yang juga sempat dipertontonkan dalam filmnya. Hal ini sangat menimbulkan suatu pertanyaan terutama bagi konsumen.





Rancangan kedua cover novel “Angels and Demons” ini juga kurang lebih sama dengan sebelumnya, namun kali ini menawarkan unsur siluet bangunan eropa yang memang menjadi latar pada alur cerita karangan kontroversial tersebut. Teknik ambigram juga diterapkan dalam penulisan judul novel. Rancangan cover novel ini terbilang cukup unik karena bisa dilihat dari dua sisi sekaligus.



11/7/14

Estetika Barat

BY abimanyusurya nagara No comments


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan baik dan tepat pada waaktunya. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk atau pedoman bagi pembaca khususnya dalam bidang Estetika.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Surabaya, 06 November 2014


Penyusun
Abimanyu Surya Nagara





    DAFTAR ISI



   BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang


Estetika merupakan salah satu cabang ilmu bidang kesenian yang menjadi salah satu bidang yang wajib diimplementasikan dan dikuasai oleh pelajar jurusan seni atau sejenisnya. Dalam cabang ilmu ini terdapat berbagai konteks yang sangat penting untuk menunjang proses belajar bidang kesenian. Berikut beberapa konteks yang dimaksud:
·         Studi mengenai fenomena estetis
·         Studi mengenai fenomena persepsi
·         Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis

Estetika Barat adalah salah satu hasil spesifikasi dari bidang Estetika. Pada bab ini lebih menekankan pada ilmu Estetika yang berkembang di daerah barat. Pada bidang Estetika Barat terdapat berbagai macam filsafat-filsafat yang tentunya sangat disarankan menjadi bahan pertimbangan dalam pengajaran bidang kesenian. Dalam Estetika Barat banyak hal yang akan diulas yang dapat menjadi input positif bagi pelajar. Hal-hal tersebut adalah perkembangan Estetika Barat, filsuf-filsuf atau tokoh Estetika Barat, dan Periodesasi Estetika Barat.
Dengan penguasaan berbagai aspek dalam bidang kesenian diharapkan para pelajar jurusan kesenian dan sejenisnya mampu membangun konsep karya seni yang apik sehingga dapat meningkatkan kualitas karya.

1.2 Rumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Perkembangan Estetika Barat
2.      Filsuf-filsuf Estetika Barat
3.      Periodisasi Estetika Barat

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Estetika Barat
2.      Untuk menambah pengetahuan tentang Estetika Barat
3.      Untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Estetika

1.4 Manfaat Penulisan

Dalam manfaat penulisan ini penulis berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis pribadi, dan para pembaca makalah ini, khusus
nya bagi para dosen yang mau, sedang, dan akan menggunakan pengajaran
dan pembelajaran Estetika.



        BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Estetika Barat

  Estetika Barat ada sejak jaman Yunani
  Disebut estetika barat karena menganut paham imperialisme, kapitalisme, dan juga teknologi
  Asthesis / Aisthetica à Pencerapan indrawi
  Estetika sebagai usaha untuk memahami keindahan mengalami tahap-tahap perkembangan pemikiran



2.2 Tiga Filsuf yang Meletakan Fundamen Estetika

2.2.1 Socrates

Socrates (Yunani: Σωκράτης, Sǒcratēs) (469 SM - 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi filosofis Barat. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah guru Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles. Semasa hidupnya, Socrates tidak pernah meninggalkan karya tulisan apapun sehingga sumber utama mengenai pemikiran Socrates berasal dari tulisan muridnya, Plato.

Riwayat Hidup
Socrates diperkirakan lahir dari ayah yang berprofesi sebagai seorang pemahat patung dari batu (stone mason) bernama Sophroniskos. Ibunya bernama Phainarete berprofesi sebagai seorang bidan, dari sinilah Socrates menamakan metodenya berfilsafat dengan metode kebidanan nantinya. Socrates beristri seorang perempuan bernama Xantippe dan dikaruniai tiga orang anak.
Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan karena Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Apa yang dikenal sebagai pemikiran Socrates pada dasarnya adalah berasal dari catatan Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya. Yang paling terkenal diantaranya adalah penggambaran Socrates dalam dialog-dialog yang ditulis oleh Plato. Dalam karya-karyanya, Plato selalu menggunakan nama gurunya sebagai tokoh utama sehingga sangat sulit memisahkan gagasan Socrates yang sesungguhnya dengan gagasan Plato yang disampaikan melalui mulut Sorates. Nama Plato sendiri hanya muncul tiga kali dalam karya-karyanya sendiri yaitu dua kali dalam Apologi dan sekali dalam Phaedrus.
Socrates dikenal sebagai seorang yang tidak tampan, berpakaian sederhana, tanpa alas kaki dan berkelilingi mendatangi masyarakat Athena berdiskusi soal filsafat. Dia melakukan ini pada awalnya didasari satu motif religius untuk membenarkan suara gaib yang didengar seorang kawannya dari Oracle Delphi yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates. Merasa diri tidak bijak dia berkeliling membuktikan kekeliruan suara tersebut, dia datangi satu demi satu orang-orang yang dianggap bijak oleh masyarakat pada saat itu dan dia ajak diskusi tentang berbagai masalah kebijaksanaan. Metode berfilsafatnya inilah yang dia sebut sebagai metode kebidanan. Dia memakai analogi seorang bidan yang membantu kelahiran seorang bayi dengan caranya berfilsafat yang membantu lahirnya pengetahuan melalui diskusi panjang dan mendalam. Dia selalu mengejar definisi absolut tentang satu masalah kepada orang-orang yang dianggapnya bijak tersebut meskipun kerap kali orang yang diberi pertanyaan gagal melahirkan definisi tersebut. Pada akhirnya Socrates membenarkan suara gaib tersebut berdasar satu pengertian bahwa dirinya adalah yang paling bijak karena dirinya tahu bahwa dia tidak bijaksana sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya adalah tidak bijak karena mereka tidak tahu kalau mereka tidak bijaksana.
Cara berfilsatnya inilah yang memunculkan rasa sakit hati terhadap Socrates karena setelah penyelidikan itu maka akan tampak bahwa mereka yang dianggap bijak oleh masyarakat ternyata tidak mengetahui apa yang sesungguhnya mereka ketahui. Rasa sakit hati inilah yang nantinya akan berujung pada kematian Socrates melalui peradilan dengan tuduhan merusak generasi muda. Sebuah tuduhan yang sebenarnya bisa dengan gampang dipatahkan melalui pembelaannya sebagaimana tertulis dalam Apologi karya Plato. Socrates pada akhirnya wafat pada usia tujuh puluh tahun dengan cara meminum racunsebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati dan 220 menolaknya.
Socrates sebenarnya dapat lari dari penjara, sebagaimana ditulis dalam Krito, dengan bantuan para sahabatnya namun dia menolak atas dasar kepatuhannya pada satu "kontrak" yang telah dia jalani dengan hukum di kota Athena. Keberaniannya dalam menghadapi maut digambarkan dengan indah dalam Phaedo karya Plato. Kematian Socrates dalam ketidakadilan peradilan menjadi salah satu peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Barat di samping peradilan Yesus Kristus.

Filosofi
Peninggalan pemikiran Socrates yang paling penting ada pada cara dia berfilsafat dengan mengejar satu definisi absolut atas satu permasalahan melalui satu dialektika. Pengejaran pengetahuan hakiki melalui penalaran dialektis menjadi pembuka jalan bagi para filsuf selanjutnya. Perubahan fokus filsafat dari memikirkan alam menjadi manusia juga dikatakan sebagai jasa dari Sokrates. Manusia menjadi objek filsafat yang penting setelah sebelumnya dilupakan oleh para pemikir hakikat alam semesta. Pemikiran tentang manusia ini menjadi landasan bagi perkembangan filsafat etika dan epistemologis di kemudian hari.

Pengaruh
Sumbangsih Socrates yang terpenting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya, yang dikenal sebagai metode elenchos, yang banyak diterapkan untuk menguji konsep moral yang pokok. Karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral, dan juga filsafat secara umum.

2.2.2 Plato


Plato (bahasa Yunani: Πλάτων) (lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM) adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, "negeri") yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua. Ciceromengatakan Plato scribend est mortuus (Plato meninggal ketika sedang menulis).

Ciri-ciri karya Plato:
·            Bersifat Sokratik
Dalam Karya-karya yang ditulis pada masa mudanya, Plato selalu menampilkan kepribadian dan karangan Sokrates sebagai topik utama karangannya.[2]
·            Berbentuk dialog
Hampir semua karya Plato ditulis dalam nada dialog.[2] Dalam Surat VII, Plato berpendapat bahwa pena dan tinta membekukan pemikiran sejati yang ditulis dalam huruf-huruf yang membisu.[2] Oleh karena itu, menurutnya, jika pemikiran itu perlu dituliskan, maka yang paling cocok adalah tulisan yang berbentuk dialog.[2]
·            Adanya mite-mite
Plato menggunakan mite-mite untuk menjelaskan ajarannya yang abstrak dan adiduniawi.
Verhaak menggolongkan tulisan Platon ke dalam karya sastra bukan ke dalam karya ilmiah yang sistematis karena dua ciri yang terakhir, yakni dalam tulisannya terkandung mite-mite dan berbentuk dialog.

Pandangan Plato tentang Ide, Dunia Ide dan Dunia Inderawi

a.       Ide-ide
Sumbangsih Plato yang terpenting adalah pandangannya mengenai ide. Pandangan Plato terhadap idea-idea dipengaruhi oleh pandangan Sokrates tentang definisi. Ide yang dimaksud oleh Plato bukanlah ide yang dimaksud oleh orang modern. Orang-orang modern berpendapat ide adalah gagasan atau tanggapan yang ada di dalam pemikiran saja. Menurut Plato ide tidak diciptakan oleh pemikiran manusia. Ide tidak tergantung pada pemikiran manusia, melainkan pikiran manusia yang tergantung pada ide. Ide adalah citra pokok dan perdana dari realitas, nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita. Idea-idea ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Misalnya, ide tentang dua buah lukisan tidak dapat terlepas dari ide dua, ide dua itu sendiri tidak dapat terpisah dengan ide genap. Namun, pada akhirnya terdapat puncak yang paling tinggi di antara hubungan ide-ide tersebut. Puncak inilah yang disebut ide yang “indah”. Idea ini melampaui segala ide yang ada.

b.      Dunia Iderawi
Dunia inderawi adalah dunia hitam yang mencakup benda-benda jasmani yang konkret, yang dapat dirasakan oleh panca indera kita. Dunia indrawi ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Selalu terjadi perubahan dalam dunia inderawi ini. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia jasmani ini fana, dapat rusak, dan dapat mati.

c.       Dunia Ide
Dunia ide adalah dunia yang hanya terbuka bagi rasio kita. Dalam dunia ini tidak ada perubahan, semua ide bersifat abadi dan tidak dapat diubah. Hanya ada satu idea “yang bagus”, “yang indah”. Di dunia ide semuanya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan saja konsep mengenai "kebajikan" dan "kebenaran".

Pandangan Plato tentang Karya Seni dan Keindahan
a.       Pandangan Plato tentang Karya Seni
Pandangan Plato tentang karya seni dipengaruhi oleh pandangannya tentang ide. Sikapnya terhadap karya seni sangat jelas dalam bukunya Politeia (Republik). Plato memandang negatif karya seni. Ia menilai karya seni sebagai mimesis mimesos. Menurut Plato, karya seni hanyalah tiruan dari realita yang ada. Realita yang ada adalah tiruan (mimesis) dari yang asli. Yang asli itu adalah yang terdapat dalam ideIde jauh lebih unggul, lebih baik, dan lebih indah daripada yang nyata ini.
b.      Pandangan Plato tentang Keindahan
Pemahaman Plato tentang keindahan yang dipengaruhi pemahamannya tentang dunia indrawi, yang terdapat dalam Philebus. Plato berpendapat bahwa keindahan yang sesungguhnya terletak pada dunia ide. Ia berpendapat bahwa Kesederhanaan adalah ciri khas dari keindahan, baik dalam alam semesta maupun dalam karya seni. Namun, tetap saja, keindahan yang ada di dalam alam semesta ini hanyalah keindahan semu dan merupakan keindahan pada tingkatan yang lebih rendah.

2.2.3 Aristoteles



Aristoteles (bahasa Yunani: ‘Aριστοτέλης Aristotélēs), (384 SM  322 SM) adalah seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia menulis tentang berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.

Riwayat Hidup
Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Pada usia 17 tahun, Aristoteles menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia.
Saat Alexander berkuasa pada tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM. Perubahan politik seiring jatuhnya Alexander menjadikan dirinya harus kembali kabur dari Athena guna menghindari nasib naas sebagaimana dulu dialami Socrates. Aristoteles meninggal tak lama setelah pengungsian tersebut. Aristoteles sangat menekankan empirisme untuk menekankan pengetahuan.
Pemikiran
Filsafat Aristoteles berkembang dalam tiga tahapan yang pertama ketika dia masih belajar di Akademi Plato ketika gagasannya masih dekat dengan gurunya tersebut, kemudian ketika dia mengungsi, dan terakhir pada waktu ia memimpin Lyceum mencakup enam karya tulisnya yang membahas masalah logika, yang dianggap sebagai karya-karyanya yang paling penting, selain kontribusinya di bidang Metafisika, Fisika, Etika, Politik, Ilmu Kedokteran, Ilmu Alam dan karya seni.
Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisis kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam.
Berlawanan dengan Plato yang menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal benda, Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada (eksis). Pemikiran lainnya adalah tentang gerak dimana dikatakan semua benda bergerak menuju satu tujuan, sebuah pendapat yang dikatakan bercorak teleologis. Karena benda tidak dapat bergerak dengan sendirinya maka harus ada penggerak dimana penggerak itu harus mempunyai penggerak lainnya hingga tiba pada penggerak pertama yang tak bergerak yang kemudian disebut dengan theos, yaitu yang dalam pengertian Bahasa Yunani sekarang dianggap berarti Tuhan. Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).
Hal lain dalam kerangka berpikir yang menjadi sumbangan penting Aristoteles adalah silogisme yang dapat digunakan dalam menarik kesimpulan yang baru yang tepat dari dua kebenaran yang telah ada.[butuh rujukan] Misalkan ada dua pernyataan (premis):
·          Setiap manusia pasti akan mati (premis mayor)
·         Sokrates adalah manusia (premis minor)
·         maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Sokrates pasti akan mati
Di bidang politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi danmonarki.
Karena luasnya lingkup karya-karya dari Aristoteles, maka dapatlah ia dianggap berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana kontribusinya melingkupi bidang-bidang yang sangat beragam sekali seperti Fisika, Astronomi, Biologi, Psikologi, Metafisika (misalnya studi tentang prisip-prinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam), logika formal, etika, politik, dan bahkan teori retorika dan puisi.
Di bidang seni, Aristoteles memuat pandangannya tentang keindahan dalam buku Poetike. Aristoteles sangat menekankan empirisme untuk menekankan pengetahuan. Ia mengatakan bahwa pengetahuan dibangun atas dasar pengamatan dan penglihatan. Menurut Aristoteles keindahan menyangkut keseimbangan ukuran yakni ukuran material. Menurut Aristoteles sebuah karya seni adalah sebuah perwujudan artistik yang merupakan hasil chatarsis disertai dengan estetika. Chatarsis adalah pengungkapan kumpulan perasaan yang dicurahkan ke luar. Kumpulan perasaan itu disertai dorongan normatif. Dorongan normatif yang dimaksud adalah dorongan yang akhirnya memberi wujud khusus pada perasaan tersebut. Wujud itu ditiru dari apa yang ada di dalam kenyataan. Aristoteles juga mendefinisikan pengertian sejarah yaitu Sejarah merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Pada masa yang sama, menurut beliau juga Sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekod-rekod atau bukti-bukti yang konkrit.

Pengaruh
Meskipun sebagian besar ilmu pengetahuan yang dikembangkannya terasa lebih merupakan penjelasan dari hal-hal yang masuk akal (common-sense explanation), banyak teori-teorinya yang bertahan bahkan hampir selama dua ribu tahun lamanya. Hal ini terjadi karena teori-teori tersebut dianggap masuk akal dan sesuai dengan pemikiran masyarakat pada umumnya, meskipun kemudian ternyata bahwa teori-teori tersebut salah total karena didasarkan pada asumsi-asumsi yang keliru.
Dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Penyelarasan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristiani dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas di abad ke-13, dengan teologi Yahudi oleh Maimonides (1135 – 1204), dan dengan teologi Islam olehIbnu Rusyid (1126 – 1198). Bagi manusia abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dianggap sebagai sumber yang otoritatif terhadap logika dan metafisika, melainkan juga dianggap sebagai sumber utama dari ilmu pengetahuan, atau "the master of those who know", sebagaimana yang kemudian dikatakan oleh Dante Alighieri.

2.2 Periodisasi Estetika Barat

2.2.1 Periode Dogmatis

Periode dogmatis ini adalah periode pertama dalam sejarah perkembangan estetika. Menurut para tokoh-tokoh di periode ini seni merupakan sebuah tiruan (imitasi). Dan keindahan yang mutlak adalah keindahan yang telah mencapai roh/kejiwaan.
Periode Dogmatis disebut juga  dengan Platonis. Pada periode ini pemikiran mengenai estetuka atau keindahan berawal dari filsuf Yunani yakni Socrates dan berakhir di Alexander Gottlieb Baumgraten.
Alexander Gottlieb Baumgraten beranggapan bahwa estetika dan filsafat merupakan dua hal yang terpisah atau tidak bersangkutan. Alexander Gottlieb Baumgraten adalah orang pertama yang menggunakan estetika sebagai cabang ilmu.

2.2.2 Periode Renaissance

Istilah Renaissance berasal dari bahasa Latin “renaitre” yang berarti “hidup kembali” atau “lahir kembali”. Pengertian renaissance adalah menyangkut kelahiran atau hidupnya kembali kebudayaan klasik Yunani dan Romawi dalam kehidupan masyarakat Barat.
Dalam pengertian yang lebih spesifik, Renaissance diartikan sebagai suatu periode sejarah di mana perkembangan kebudayaan Barat memasuki periode baru dalam semua aspek kehidupan manusia, seperti ilmu-ilmu pengetahuan, teknologi, seni dalam semua cabang, perkembangan sistem kepercayaan, perkembangan sistem politik, institusional, bentuk-bentuk sistem kepercayaan yang baru dan lain-lain.
Secara historis Renaissance adalah suatu gerakan yang meliputi suatu zaman di mana orang merasa dirinya telah dilahirkan kembali dalam keadaban. Di dalam kelahiran kembali itu orang kembali pada sumber-sumber murni bagi pengetahuan dan keindahan. Dengan demikian orang memiliki norma-norma yang senantiasa berlaku bagi hikmat dan kesenian manusia.
Pemakaian kata Renaissance pertama kali oleh Jules Michelet, seorang sejarawan Perancis yang lahir di abad ke-18 dan mulai terkenal di dunia Barat pada abad ke-19 karena karyanya yang berjudul “History of France” yang menekankan bahwa masa romatik Abad Pertengahan bukanlah sama sekali tidak berguna bagi perkembangan kebudayaan Barat.
Jules Michelet membedakan antara masyarakat Renaissance dengan masyarakat Abad Pertengahan adalah pada penafsiran pelaksanaan agama dalam kehidupan masyarakat.
Di dalam buku “History of France” itulah terdapat kata Renaissance yang digunakan untuk menyebutkan jaman setelah Abad Pertengahan. Menurut Jules Michelet, Abad Pertengahan ditandai oleh faktor dogmatis, sedangkan manusia Renaissance ditandai oleh faktor humanis.
Setelah Jules Michelet menggunakan kata Renaissance dalam tulisannya, selanjutnya dipopulerkan oleh penulis-penulis Eropa lainnya, seperti Jacob Burckhardt, dengan buku berjudul “The Civilization of the Renaissance in Italy”.
Jacob Burckhardt mengemukakan definisi Renaissance sebagai gerakan yang menemukan dunia dan manusia yang sebenarnya. Burckhardt memandang Renaissancelah yang menyelami manusia dan dunia, artinya Renaissance dipandang sebagai masa individualistis, masa kemajuan dari berbagai ikatan dan kewajiban lama. Subjek manusia pribadi menuntut haknya. Manusia tidak lagi berpaling dari dunia tetapi sebaliknya menghadapi dunia. Agama Kristen tidak menjadi dasar hidup lagi. Gereja bukan satu-satunya tempat keselamatan.
Renaissance mempunyai arti penting dalam sejarah kebudayaan Barat. Renaissance adalah masa kekuasaan, kesadaran, keberanian, kepandaian yang luar biasa, kebebasan dan seringkali semua itu tidak ada batasnya.
Manusia Renaissance ditandai dengan pemilikan ilmu pengetahuan lebih dari satu, maksudnya menguasai banyak ilmu pengetahuan. Agama menjadi hal yang hanya mengenai individu, perhatian orang lebih banyak ditujukan untuk dunia.
Di jaman Renaissance, manusia hidup bebas dalam menentukan corak hidupnya dan tidak lagi terikat oleh doktrin gereja. Pengaruh Renaissance makin lama makin meresap di berbagai bidang hidup, sehingga bertambah banyak orang, teristimewa dari golongan cendekiawan, mulai melepaskan diri dari kuasa Firman Tuhan. Ilmu pengetahuan dan kebudayaan umum mulai memisahkan diri dari ajaran dan dogma agama Kristen. Terutama ilmu alam yang berdasarkan ilmu pasti, mulai bertentangan dengan pandangan Gereja yang sampai masa itu diajarkan dan dipercaya sebagai kebenaran ilahi.
Estetika terus berkembang dan pada masa ini terdapat 3 tokoh estetika yakni Leonardo Da Vinci, Michelangelo Buonarroti dan Raphael Sanzio.

2.2.2.1 Leonardo Da Vinci

Leonardo da Vinci (lahir di Vinci, propinsi Firenze, Italia, 15 April 1452 – meninggal di Clos Lucé, Perancis, 2 Mei 1519 pada umur 67 tahun) adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai genius universal.
Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan kuliner.


Latar Belakang
Leonardo merupakan anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina. Ia memiliki nama lengkap Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero dari kota Vinci.
Pada usia belia, Leonardo sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze. Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri. Selain menjadi pelukis, Leonardo juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain.
Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati (Duke) di sana. Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma.
Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangelo dalam merancang katedral Santo Petrus. Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman.
Di dalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati, di kemudian hari tindakan yang tak lazim pada zamannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.
Mahakaryanya, Jamuan Terakhir (The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris.
Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.
Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.
Setelah meninggal dunianya, sangat kuat ditengarai bahwa Leonardo pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sionyang berlaskarkan Knights Templar. Apakah organisasi rahasia ini? Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat.
Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi 'Putra Allah'.
Versi yang tak kalah mengagetkannya adalah kemungkinan Maria Magdalena si bekas perempuan pelacur diperistri oleh Yesus. Namun semua hal tersebut tidak terbukti kebenarannya, hingga saat ini, sehingga tudingan ini hanya dianggap sebagai langkah untuk memojokkan posisi umat Kristiani.
Penjelasan
·                      Seniman
Lukis tidak saja mencerminkan luarnya benda, pendapat Da Vinci: yang dimaksud dengan lukis adalah segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, yang dasarnya alami dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang manusia, lalu diekspresikan dalam bentuk gambar.
Menurut Da Vinci, Ilmu pengetahuan dan lukis ada hubungannya, misalnya gambar manusia, dia pernah melakukan sebuah percobaan (membedah mayat agar dapat mengerti anatomi tubuh manusia).
Sehingga dalam lukisannya, dia selalu dengan tepat menangkap gerakan otot di bawah lapisan kulit, maka hasil lukisannya sangat halus, dan cermat, contohnya: sketsa tangannya yang masih tersimpan hingga kini, setiap goresannya sangat indah, goresan penanya juga jelas, hal ini jarang dijumpai pada saat itu. Terutama pada bagian mata dan rambut, tidak saja lembut, juga mengandung suatu daya tarik. Ini menunjukan kematangan, kemampuan lukis tingkat tinggi. Leonardo dikenal sebagai seniman terkemuka yang menghasilkan karya-karya terbaik. Ensiklopedi Tokoh Sains. 2007. Bandung: PT. Kiblat Buku Utama, Cet-1. hal.53 Lukisannya antara lainPerjamuan Terakhir (The LastSupper, 1495-1497) dan Mona Lisa (1503-1506).  Dia juga menghasilkan karya-karya patung dan menulis risalah tentang seni
·                      Penemu
Da Vinci tidak saja seorang seniman, juga seorang ilmuwan, tukang mesin, dan penemu. Dalam sketsanya, terdapat gambar rancangan kapal terbang dan mesin penggerak ke atas, juga masih terdapat sketsa 'Cara Terbang Burung'. Semua ini hasil penemuan dari pengamatan cara terbang burung. Kesimpulan dari penelitian ini, dia menemukan hubungan besar kecilnya sayap dengan berat badan manusia. Meskipun tidak karena teori ini manusia bisa terbang, namun dia memberi beberapa petunjuk cara terbang burung.
Dari sketsa penelitian kapal selam bisa terlihat, mula - mula dia tertarik pada arus air. Kemudian dengan serius meneliti ikan - ikan yang berenang melawan arus serta hambatan tekanan arus yang terjadi pada kapal, dan meninggalkan sejumlah lima sketsa mengenai badan kapal, yang besar pengaruhnya pada masa sekarang.
Pada zaman Da Vinci, sudah ada jam waktu, tapi rancangan jam Da Vinci berbeda dan memiliki ciri khas, jam lain kebanyakan menunjukkan jam, menit,dan detik tapi kepunyaan Da Vinci , bagian luar menunjukkan keadaan bulan, seperti bundar, setengah bundar dan lain - lain, bagian kiri atas menunjukkan 'menit', bagian kanan atas menunjukkan 'detik'
·                      Arsitektur
Zaman Renaissance disebut: 'Zaman Keemasan Pembangunan', Da Vinci juga meninggalkan banyak sketsa Arsitek. Dalam rancangan kotanya dicantumkan mengenai terowong air, juga pelebaran jalan, aliran udara dan cahaya sesuai dengan rancangan kota zaman sekarang.
Tahun 1483, kebakaran besar terjadi di Milan dan wabah penyakit di Eropa menyebabkan puluhan ribu orang meninggal, Da Vinci pernah mengusulkan pada Il Moro untuk membangun kembali Milan, kemungkinan karena cara pemikiran melampaui mutu masa itu, juga biaya yang dibutuhkna terlalu banyak, sehingga cita-citanya tak terwujud. Tapi tak henti - hentinya dia mempelajari, menyelidiki dan mendiskusikan teknik pembangunan.
·                      Perpaduan bakat seni dan ilmu
Meskipun Da Vinci adaah ilmuwan yang luar biasa, tapi pada dasarnya, dia masih tetap milik dunia seni. Dia memadukan ilmu dengan seni, dan tidak karena mengejar kebenaranilmu lalu melupakan keindahan.
Saat itu banyak seniman yang menggemari teknik gambar nyata. Orang - orang ini meski bisa dengan tepat menggambar bentuk dari bagian sesuatu, namun melupakan segi keindahan yang utuh. Sehingga memberi kesan rumit. Pada kenyataannya, perkembangan seni pada zaman pemulihan budaya, perpaduan antara sifat nyata dan mempertahankan keindahan menyeluruh secara untuh, hanya Da Vinci yang paling menonjol.
Meski sepanjang hidup Da Vinci tak henti - hentinya mengejar kemauan dan tak pernah mengenal puas, sehingga meninggalkan setumpuk sketsa, namun karya yang benar - benar selesai tidaklah banyak, hal ini amat disayangkan bagi sang genius dan bagi dunia.
Pada kenyataannya, seorang ahli matematka sahabatnya, sering menjuluki dia sebagai 'Pelukis,Pemusik';murid Michelangelo, pernah menulis tentang Da Vinci dalam 'Buku Para Pelukis sebagai berikut; Da Vinci pernah menekuni bidang musik. Pada dasarnya dia memiliki hati yang agung. Dan sambil memainkan biola, dia bernyanyi gembira.
Da Vinci pernah membawa alat musik buatannya sendiri, dimainkan di depan Il Moro di Milan. Menurut catatan, alat musik ini terbuat dari perak, bentuknya seperi tulang kepala kuda, suara yang dihasilkan, amat nyaring.
Dari semua dapat diketahui, meskipun tidak ada peninggalan Da Vinci yang berupa catatan lagu not balok tapi keberhasilan dalam musik, juga tidak bisa ditandingi orang biasa.

2.2.2.2 Michelangelo Buonarroti

Michaelangelo Buonarroti' atau nama lengkapnya dalam bahasa Italia Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni (dalam bahasa Spanyol disebut Miguel Ángel; dalam bahasa Perancis disebut Michel-Ange, yang kurang lebih berarti Malaikat Mikail) (lahir di Caprese dekat Arezzo, Republik Florence (masa kini Toskana, Italia), 6 Maret 1475 – meninggal di RomaNegara-negara Kepausan (masa kini Italia), 18 Februari 1564 pada umur 88 tahun) adalah seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zamanRenaissance.
Ia terkenal untuk sumbangan studi anatomi di dalam Seni Rupa. Karyanya yang dianggap terbaik adalah Patung David, Pietà, dan Fresko di langit-langit Kapel Sistina.

Riwayat Hidup
Lahir dekat Arezzo, di CapreseToscanaItalia tahun 1475. Ayahnya Lodovico di Leonardo di Buonarotti di Simoni adalah seorang pegawai hukum di Caprese. Ibunya Francesca di Neri del Miniato di Siena. Keluarganya memiliki status kebangsawanan rendah.
Ayahnya menginginkan agar Michaelangelo berkonsentrasi ke profesi yang dianggap lebih mapan, namun Michaelangelo menyukai seni rupa. Ia lalu dibina oleh Domenico Ghirlandaio (namun dengan suatu sebab Michaelangelo menolak hal ini) dan Bertoldo di Giovanni. Ghirlandaio kemudian merekomendasikannya kepada Lorenzo de Medici. Ia lalu membuat beberapa karya yang cukup mengagumkan (untuk usianya yang masih belasan tahun), namun belum mampu membuat namanya menjadi lebih terkenal, di antaranya:
·                      Madonna de la Salsa (1490-1492)
·                      Battle of the Centaurs (1491-1492)
Ciri perfeksionisme Michaelangelo mulai berkembang sejak kritik-kritik yang dilancarkan Lorenzo de Medici.
Setelah Lorenzo de Medici wafat, penggantinya, Piero de Medici bukanlah orang yang disenangi oleh Michaelangelo. Ia kemudian keluar dari binaan keluarga Medici dan melanjutkan karya-karyanya sendiri. Kepemimpinan Piero de Medici yang lemah membuat kota Firenze dikepung pihak Republikan, dan keluarga Medici terusir dari kota Firenze.
Pada masa ini, Michaelangelo membuat beberapa karya, antara lain:
·                      Wooden crucifix (1493) untuk gereja Santa Maria del Santo Spirito
·                      Patung studi Hercules dari marmer
Runtuhnya kekuasaan keluarga Medici memberi celah bagi ajaran pendeta Savonarola yang menentang kembalinya unsur seni klasikisme ke dalam Gereja. Seni Klasik dianggap mengandung banyak demoralisme, di antaranya banyaknya unsur erotisme dan gayisme (kebetulan model-model karya seni yang banyak berada di gereja adalah lelaki).
Hal ini membuat Michaelangelo berusaha keluar dari pengaruh Firenze, dan berusaha menersukan profesinya di Venice, kemudian Bologna. Namun di dua kota ini, tidak ada satu pun yang mengenal kebesaran nama Michaelangelo.
Ia kemudian terlibat penipuan patung "The Lost Cupid" yang kemudian dibeli oleh pihak Gereja. Meskipun kemudian ketahuan, usahanya ini mendapat apresiasi dari Kardinal Raffaele Riario. Michaelangelo kemudian mendapat kepercayaan untuk membuat patung Bacchus. Namun kemudian patung ini diakui Michaelangelo sebagai pesanan Jacopo Galli.
Pada November 1497, duta besar Perancis meminta Michaelangelo membuat Pietà, patung Bunda Maria yang menangisi kematian Yesus. Karya ini menjadi pelopor dicantumkannya nama pematung langsung di karya yang dibuat.
Di masa ini, karya-karya Michaelangelo mulai mendapatkan apresiasi yang baik. Dan pada tahun 1504, ia mulai mengerjakan karyanya yang paling terkenal, David yang kemudian dipajang di Piazza della Signoria. Karya ini dimaksudkan sebagai simbol kekuatan Republik atas ancaman dari faksi-faksi yang bertikai di daerah Romawi. Karya ini juga menjadi awal perseteruannya dengan Leonardo da Vinci yang menyarankan agar karya tersebut di tempat yang tidak terlalu mencolok.
Sebagai pengakuan terhadap keahliannya, Michaelangelo dipanggil ke Roma pada tahun 1503 untuk menyelesaikan peristirahatan Paus sebelumnya. Tetapi proyek ini terlantar dengan ditugaskannya pembuatan Fresko di dinding Kapel Sistina.
Hal ini menjadi tantangan besar untuk Michaelangelo, sebab meskipun pernah mempelajari pembuatan Fresko pada masa Domenico Ghirlandaio, namun secara keahlian ia sama sekali bukan pelukis.
Fresko ini dikerjakan dalam periode 1508-1512 dengan satu bagian terakhir di ujung kapel yang belum diselesaikan hingga masa Paus Paulus III dimulai.
Pada tahun 1513, pengaruh Papacy di Firenze meningkat dengan naiknya salah satu anggota keluarga Medici, Paus Leo X. Ia ditugaskan untuk mengerjakan Facade Basilika San Lorenzo dengan imbalan yang sangat menarik. Namun keuangan keluarga Medici yang ambruk kemudian membuat karya ini terkesan setengah jadi. Salah satu bagian yang terkenal dari karya ini adalah patung Musa.
Pengaruh Tahta Kepausan akhirnya runtuh pada tahun 1527 dan keluarga Medici bangkrut, kemudian diikuti kembalinya kekuasaan Republik. Michaelangelo kemudian terlibat dalam perancangan perlindungan kota Florence dari kepungan dengan membuat desain benteng.
Namun usaha ini membuat dirinya dianggap sebagai pengkhianat keluarga Medici sehingga pada tahun 1530, ia meninggalkan Florence setelah kekuasaan Medici kembali.
Michaelangelo kembali mendapat kepercayaan untuk menyelesaikan bagian terakhir dari fresko Kapel Sistina, yaitu Pengadilan Terakhir. Karya ini kemudian menimbulkan kontroversi karena pengeksposan ketelanjangan.
Karya ini diperbaiki oleh asistennya Daniele da Volterraa dengan menambahkan lukisan kain penutup di bagian yang dianggap penting.
Michaelangelo meninggal pada 18 Februari 1564 di usia 88 tahun. Ia sempat membuat parodi Pietà, dengan mengganti Bunda Maria dengan sosok yang diduga adalah dirinya sendiri.
Kecenderungan karya Michaelangelo untuk menampilkan objek nudity tubuh laki-laki membuat ia diduga mengalami kelainan homoseksualitas. Selain itu, pada masa Medici homoseksualitas memang menjadi budaya yang lazim terjadi walaupun tetap dianggap amoral. Ia pun pernah terlibat percintaan dengan salah seorang bangsawan laki-laki.
Namun tetap ada catatan mengenai kedekatannya dengan Vittoria Colonna, salah satu model studinya. Tetapi hubungan ini dinilai hanya sebatas teman dekat karena Vittoria Colonna adalah seorang dari sedikit perempuan pada masa Renaissance yang memiliki wawasan tinggi di bidang sains.
Sifat perfeksionis terlihat di banyak karya Michaelangelo, salah satunya patung Faun yang dikritik oleh Lorenzo de Medici. Michaelangelo rela menghancurkan gigi-gigi Faun tersebut untuk memenuhi keinginan Lorenzo de Medici untuk membuat patung itu terlihat tua.
Salah satu kesalahan kecil yang pernah dibuatnya setelah itu adalah Patung Bacchus. Patung ini dirancang dengan tidak memperhatikan adanya kemungkinan cacat pada bahan baku. Akibatnya, muka patung ini terlihat retak menghitam.
Kesalahan ini dibayar Michaelangelo saat pembuatan David. Semua bagian terkecil dari marmer yang disiapkan dalam pembuatan patung ini diperhitungkan seteliti mungkin. Hal ini membuat karyanya dihormati karena ketelitian seperti itu sulit disaingi oleh pematung lain.
Namun pribadi Michaelangelo tidaklah sesuci karyanya yang banyak dipajang di altar gereja. Selain isu homoseksualitas, perbuatannya membongkar tubuh mayat membuat ia harus menghadapi banyak pemeriksaan. Karya-karyanya juga banyak yang terlantar hanya karena masalah uang. Dan saat ini, autobiografinya diduga banyak dimanipulasi untuk mengangkat namanya sendiri. Ia juga terlibat rivalitas tidak sehat dengan Leonardo da Vinci.
Karya-karyanya banyak menjadi inspirasi karya seni pada masa Renaisans. Selain itu karya arsiterturnya bisa dilihat di banyak bangunan di Firenze.
Karya-Karyanya adalah:
·                      Madonna and Child with the Infant St. John (Taddei Tondo)
·                      Il Putto Dormiente
·                      Madonna de La Scalsa
·                      Battle of Centaurs
·                      Wooden crucifix
·                      Bacchus
·                      Pietà
·                      Patung Studi Herkules
·                      Fresko di Langit-Langit Kapel Sistina
·                      Patung studi dari beberapa budak
·                      Fresko Pengadilan Terakhir di dinding altar Kapel Sistina.
·                      Moses
·                      Arsitektur Basilicia of San Lorenzo
·                      Patung-patung di pemakaman Basilicia of San Lorenzo
·                      Arsitektur Palazzo Farnese
·                      Desain arsitektur Basilika Santo Petrus

2.2.2.3 Raphael Sanzio

Raphael Sanzio atau Rafaello Sanzio (lahir di Urbino, Italia, 6 April 1483 – meninggal di Roma, Italia, 6 April 1520 pada umur 37 tahun) adalah ahli lukis dan arsitektur terpelajar Italia dari kota Firenze pada masa High Renaissance. Ia juga dikenal dengan panggilan Raffaello Santi, Raffaello da Urbino, atau Rafael Sanzio da Urbino.
Riwayat
Raphael Santi adalah anak dari pasangan Giovanni Santi dan Màgia di Battista Ciarla, yang meninggal pada tahun 1491. Ayahnya memperkenalkan kepada humanist court di kota Urbino, yang hingga akhir abad 15, adalah salah satu pusat kebudayaan teraktif di Italia di bawah pemerintahan Federico da Montefeltro, yang meninggal tujuh bulan sebelum kelahiran Raphael. Di sana Raphael bisa mempelajari karya-karya Paolo Uccello, Luca Signorelli, dan Melozzo da Forlì. Raphael memperlihatkan bakat yang cemerlang, dan pada umur 17 tahun sudah dipanggil master.
Dalam biografinya tentang Raphael, Giorgio Vasari menyebutkan bahwa ayah Raphael membawa Raphael ke Perugia pada umur 11 tahun untuk menjadi tenaga magang bagiPietro Perugino.
Salah satu karya awal Raphael yang terdokumentasikan adalah lukisan altar untuk gereja San Nicola da Tolentino in Città di Castello, sebuah kota kecil penghubung Perugia danUrbino. Pengerjaan lukisan ini diperintahkan pada tahun 1500 dan diselesaikan 1501. Lukisan ini rusak akibat gempa pada 1789, dan kini hanya beberapa bagiannya yang sempat diselamatkan dan disimpan di Pinacoteca Tosio Martenigo, Brescia.
Karya penting lainnya adalah Crowning of the Virgin untuk Oddi Chapel di gereja San Francesco di Perugia. Raphael, kemungkinan dengan status sebagai anggota bengkel seniPietro Perugino juga ikut serta dalam penggarapan fresko Collegio del Cambio.
The Marriage of the Virgin, karya utamanya pada tahun 1504, diinspirasi oleh lukisan Pietro Perugino Giving of the Keys to St. Peter pada 1481-1482. Setelah itu ia melanjutkan dengan lukisan-lukisan kecil, Vision of a Knight, Three Graces dan St. Michael semuanya menunjukkan gayanya yang segar dan matang.
Pada 1504 Raphael pindah ke Siena bersama Pinturicchio, yang telah dibekalinya dengan desain dan gambarnya untuk pembuatan fresko di Libreria Piccolomini, Siena. Kemudian ia kembali ke Florence, kemungkinan untuk mengikuti gonfaloniere Pier Soderini setelah berakhirnya kekuasaan Savonarola, dan saat itu dua master besar dalam seni rupa, Leonardo da Vinci dan Michelangelo, sedang dalam proses kerja. Keberadaan Raphael pada musim gugur 1504 dapat dibuktikan. There Di sana ia tinggal selama empat tahun, untuk kemudian berpindah-pindah ke Perugia, Urbino, dan kemungkinan besar ke Roma. Pada 1507 dia ditugaskan oleh bangsawan Perugia untuk mengerjakanDeposition (Galleria Borghese, Roma).
Di Florence, Raphael berteman dengan beberapa pelukis lokal, di antaranya Fra Bartolomeo, pembangun prinsip-prinsip dasar High Renaissance, pengaruh ini kemudian menyebabkan ia mulai meninggalkan gaya tipis dan indah Perugino dan memulai gaya mewah dan berat. Tetapi, bagaimanapun pengaruh terbesar terhadap Raphael paad masa itu adalah komposisi Leonardo da Vinci, termasuk juga teknik baru chiaroscuro and sfumato.
Pada akhir 1508, Pope Julius II menugaskan pengerjaan karyanya di Roma dengan bimbingan Donato Bramante. Padahal pada masa itu Raphael hanyalah pelukis berusia 25 tahun yang masih mengembangkan gaya keseniannya. Bagaimanapun, ia berhasil menarik perhatian dan penghargaan dari Pope. Ia mendapat julukan prince of painters(pangeran dari seluruh pelukis). Dua belas tahun berikutnya Raphael tidak pernah lagi meninggalkan Roma, untuk bekerja kepada Julius dan penerusnya Pope Leo X (salah satu anggota keluarga Lorenzo de Medici) dan menghasilkan beberapa mahakarya. Ia kemudian menjadi seniman paling diminati di Italia.
Pada akhir 1508 ia mulai mendekorasi tempat tinggal Julius di Istana Vatikan, yang oleh Sri Paus dimaksudkan untuk mengembalikan nuansa kejayaanGereja Romawi melalui penerapan konsep humanisme dan neoplatonisme. Salah satu fresko yang terkenal dari karya ini adalah Stanza della Segnatura, yang diselesaikan 1511, Disputa yang terkenal, dan The School of Athens. Raphael terus menerus mengerjakan karyanya di ruangan tersebut sampai 1513, di bawah kekuasaan Paus Leo X, tetapi selalu membiarkan bagian akhir karyanya tidak terselesaikan untuk dikerjakan pembantunya. Di lain waktu ia mengerjakan hal lain, misalnya dekorasi suci untuk bangunan berbeda, lukisan potret, lukisan altar, dan sebagainya.
Salah satu karyanya yang juga terkenal berasal dari hubungan pertemanannya dengan bankir dariSenese, Agostino Chigi, yang menugaskan fresko Galatea di Villa Farnesina dan Sibyls di gereja Santa Maria della Pace, bersamaan dengan desain arsitektural dan dekorasi Chigi Chapel di gereja Santa Maria del Popolo (1513). Pekerjaan arsitektural ini membuat Raphael dipercaya menjadi salah satu arsitek dari Saint Peter's Basilica yang baru(pengerjaan dimulai1506), yang ditinggalkan Bramante's setelah kematiannya pada 1514. Raphael mengubah rancangan Yunani menjadi desain bergelombang, tetapi rancangan ini kembali diubah setelah kematiannya. Dua tahun kemudian ia merancang Villa Madama diRoma. Pada 1515 ia juga ditunjuk menjadi penyelia penyelidikan arkeologis Romawi, untuk tujuan pembuatan peta arkeologis kebudayaan tersebut.
Ukuran prestise Raphael membuat karyanya menjadi penting dalam penciptaan dan pemeliharaan persekutuan politik, seperti karya-karyanya di Louvre]], yang dikirimkan kepada Perancis, dan Lukisan Potret Lorenzo de Medicisebagai hadiah untuk kubuFirenze.
Raphael tidak pernah menikah, meskipun pada 1514 ia diketahui menjalin hubungan dengan Maria Bibbiena, keponakan kardinal, tetapi kemudian tunangannya ini meninggal. According Berdasarkan legenda, cinta sejatinya adalah seorang Fornarina ("the little baker"), tetapi keberadaannya tidak pernah tercatat secara autentik. MenurutVasari, kematian Raphael kemungkinan akibat cinta yang berlebihan.
Pada tahun-tahun terakhirnya, (1518-1520) pengaruh bengkel seni terhadap karya Raphael menjadi lebih signifikan, seperti di lukisan Sicilia’s Spasimo untuk gereja Palermo dan Visitation yang sekarang pindah ke Prado, Madrid. Juga dekorasi Ruang Constantine di Vatikan dikerjakan oleh pembantunya berdasarkan rancangan Raphael. Salah satu karya yang dibuatnya sendiri adalah Double portrait di Louvre, Ezechiel's Vision yang kecil namun monumental, danTransfiguration.
Kematian Raphael secara mendadak di Roma pada ulang tahunnya yang ke 37 (sebenarnya hanya beberapa minggu sebelum rencana Leo untuk mengangkatnya sebagai kardinal) ditangisi oleh orang-orang yang sudah begitu mengenal hidup dan karyanya. Tubuh Raphael dibaringkan di suatu ruangan yang menggambarkan kejeniusannya, dan diberi penghormatan dengan upacara penguburan yang dibuka untuk umum. Lukisan Transfiguration diarak sebelum jenazahnya.
Raphael dikuburkan di Pantheon, Salah satu tempat penguburan bergengsi di Italia.
Ada sedikit kerancuan dalam tanggal lahir dan kematian Raphael. Ada beberapa sumber yang bervariasi:
·                      Dia meninggal pada ulang tahunnya yang ke 37
·                      Dia meninggal sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 37
·                      Hari ulang tahun dan kematiannya terjadi pada hari Jumat sebelum Paskah (Jumat Suci).
·                      Ada kesalahan dalam penghitungan kalender Julian ke kalender Gregorian.
Kalender Gregorian diperkenalkan 62 tahun setelah kematian Raphael, jadi kemungkinan kesalahan konversi Kalender bisa diabaikan.
Jadi fakta yang bisa dipercaya adalah:
·                      Raphael lahir pada Jumat Suci, 6 April 1483
·                      Raphael meninggal pada hari ulang tahunnya yang ke 37, hari Minggu 6 April 1520
Raphael dikenal dengan gaya lukisnya yang kontemporer. Namun jika dibandingkan dengan Michelangelo atau Titian, ia sering dianggap inferior. Pada hal lain, tidak ada dari keduanya yang mendapatkan pencapaian sama seperti Raphael, kesan "keringanan".
Setelah kedatangannya di Roma, lukisan potret menjadi pekerjaan sampingan bagi Raphael sementara ia mengerjakan proyek-proyek Vatikan. Di antara seluruh lukisan potret, ia pernah melukin dua popes Julius II dan Leo X, yang terakhir dianggap sebagai karya lukisan potretnya yang terbaik.
Salah satu penugasan dari papacy yang dianggap terpenting adalah seri 10 kartun untuk for sulaman yang menggambarkan kehidupan Saint Paul dan Saint Peter, yang dimaksudkan sebagai salah satu dekorasi Sistine Chapel. Kartun-kartun ini kemudiaan dikirim ke Bruxelles untuk disulam di bengkel seni Pier van Aelst, Tiga sulaman pertama dikirim ke Roma pada tahun 1519. Kemungkinan besar Raphael menyaksikan seluruh bantal telah diselesaikan karena seluruhnya telah diselesaikan pada tahun 1520 untuk Leo X.
·                     Angel (fragment of the Baronci Altarpiece) (1500-1501) - Oil on wood, 31 x 27 cm, Pinacoteca Civica Tosio Martinengo, Brescia, Italia
·                     Angel (fragment of the Baronci Altarpiece) (1500-1501) - Oil on wood, 57 x 36 cm, Louvre, Paris
·                     St. Sebastian (1501-1502) - Oil on wood, 43 x 34 cm, Accademia Carrara, Bergamo
·                     The Crowning of the Virgin (Oddi Altar) (c. 1501-1503) - Oil on canvas, 267 x 163 cm, Pinacoteca Vaticana, Vatican, Rome
·                     The Annunciation (Oddi Altar, predella) (c. 1501-1503) - Oil on canvas, 27 x 50 cm, Pinacoteca Vaticana, Vatican, Rome
·                     The Adoration of the Magi (Oddi Altar) (c. 1501-1503) - Oil on canvas, 27 x 150 cm, Pinacoteca Vaticana, Vatican, Rome
·                     The Presentation in the Temple (Oddi Altar, predella) (c. 1501-1503) - Oil on canvas, 27 x 50 cm, Pinacoteca Vaticana, Vatican, Rome
·                     Portrait of a Man - Oil on wood, 45 x 31 cm, Galleria Borghese, Rome
·                     Madonna Solly (Madonna with the Child) (1500-1504) - Oil on tablet, 53 x 38 cm, Staatliche Museen zu Berlin
·                     Mond Crucifixion (Città di Castello Altarpiece) (1501-1503) - Oil on wood, 281 x 165 cm, National Gallery, London
·                     Three Graces (c. 1501-1505) - Musée Condé, Chantilly, France
·                     St. Michael (c. 1501) - Louvre, Paris
·                     The Connestabile Madonna (1502-1503) - Tempera on wood, 17,5 x 18 cm, The Hermitage, St. Petersburg
·                     Madonna and Child (1503) - Oil on wood, 55 x 40 cm, Norton Simon Museum of Art, Pasadena
·                     The Marriage of the Virgin (1504) - Oil on roundheaded panel, 174 x 121 cm, Pinacoteca di Brera, Milan
·                     Portrait of Elisabetta Gonzaga (c. 1504) - Oil on wood, 52,9 x 37,4 cm, Uffizi, Florence
·                     Vision of a Knight (1504) - Egg tempera on poplar, 17.1 x 17.1 cm, National Gallery, London
·                     St. George (1504) - Oil on tablet, 31 x 27 cm, Louvre, Paris
·                     Madonna and Child Enthroned with Saints, (1504-1505) - Tempera and gold on wood, 172,4 x 172,4 cm (main panel), Metropolitan Museum of Art, New York
·                     Portrait of Pietro Bembo (c. 1504) - Oil on wood, 54 x 69 cm, Museum of Fine Arts, Budapest
·                     Portrait of Perugino (c. 1504) - Tempera on wood, 57 x 42 cm, Uffizi, Florence
·                     Self-portrait (1504-1506)) -
·                     The Ansidei Madonna (The Madonna between St. John Baptist and St. Nicholas of Bari) (c. 1505-1506) - Oil on poplar, 274 x 152 cm, National Gallery, London
·                     Young Man with an Apple (1505) - Oil on wood, 47 x 35 cm, Uffizi, Florence
·                     Christ Blessing (1505) - Oil on wood, 30 x 25 cm, Pinacoteca Civica Tosio Martinengo, Brescia, Italia
·                     Madonna Terranova (1504-1505) - Oil on wood, 87 cm, Staatliche Museen zu Berlin
·                     The Madonna of the Goldfinch (c. 1505) - Uffizi, Florence
·                     Madonna del Prato (The Madonna of the Meadow) (c. 1505) – Oil on wood, 113 x 88 cm, Kunsthistorisches Museum, Vienna
·                     St. George and the Dragon (1505-1506) - Oil on wood, 28.5 x 21.5 cm, National Gallery of Art, Washington
·                     Portrait of Agnolo Doni (1505-1507) - Oil on wood, 63 x 45 cm, Palazzo Pitti, Florence
·                     Portrait of Maddalena Doni (1505-1507) – Oil on wood, 63 x 45 cm, Palazzo Pitti, Florence
·                     Madonna of the Grand Duke (c. 1506) - Oil on wood, 84 x 55 cm, Palazzo Pitti, Florence
·                     Madonna of the Pinks (1506)
·                     Madonna with Beardless St. Joseph (1506) - Tempera on canvas transferred from wood, 74 x 57 cm, The Hermitage, St. Petersburg
·                     Canigiani Holy Family (1507) - Oil on wood, 132 x98 cm, Alte Pinakothek, Munich
·                     La Belle Jardiniére (1507) - Louvre, Paris
·                     The Deposition of Christ (The Entombment) (1507-1508) - Oil on wood, 184 x 176 cm, Galleria Borghese, Rome
·                     The Three Theological Virtues (tryptic) (1507) - Oil on wood, 16 x 44 cm (each), Pinacoteca Vaticana, Vatican, Rome
·                     Portrait of a Young Woman (La Muta) (1507-1508) - Oil on wood, 64 x 48 cm, Galleria Nazionale delle Marche, Urbino
·                     The Tempi Madonna (Madonna with the Child) (1508) - Alte Pinakothek, Munich
·                     Madonna of Loreto (Madonna del Velo) (1509-1510) - Oil on wood, 120 x 90 cm, Musée Condé, Chantilly, France
·                     Aldobrandini Madonna (1510) - Oil on wood, 38,7 x 32,7 cm, National Gallery, London
·                     Madonna with the Blue Diadem (1510-1511) - Oil on wood, 68 x 44 cm, Musée du Louvre, Paris
·                     Portrait of a Cardinal (1510-1511) - Oil on wood, 79 x 61 cm, Museo del Prado, Madrid
·                     The Alba Madonna (1511) - Oil on canvas, diameter 98 cm, National Gallery of Art, Washington
·                     The Prophet Isaiah (1511-1512) - Fresco, 250 x 155 cm, Sant'Agostino, Rome
·                     Portrait of Pope Julius II (1511-1512) - Oil on wood, 108 x 80,7 cm, National Gallery, London
·                     Portrait of Pope Julius II (1512) - Oil on wood, 108,5 x 80 cm, Uffizi, Florence
·                     The Madonna of Foligno (1511-1512) - Oil on wood, 320 x 194 cm, Pinacoteca Vaticana, Vatican, Rome
·                     The Triumph of Galatea (1511-1513) - Fresco, 295 x 224 cm, Villa Farnesina, Rome
·                     Portrait of Tommaso Inghirami (1512-1514) - Boston, Massachusetts
·                     Sistine Madonna (c. 1513-1516) - Oil on canvas, 265 x 196 cm, Gemäldegalerie Alte Meister, Dresden
·                     Madonna della Seggiola (Madonna with the Child and Young St. John) (1513-1514) - Oil on wood, diameter 71 cm, Galleria Palatina (Palazzo Pitti),Florence
·                     Madonna dell'Impannata (1513-1514) - Oil on wood, 158 x 125 cm, Galleria Palatina (Palazzo Pitti), Florence
·                     Madonna della Tenda (1514) - Oil on wood, 65,8 x 51,2 cm, Alte Pinakothek, Munich
·                     The Burning of Borgo (1514) - Fresco, width at base 670 cm, Vatican, Rome
·                     Portrait of Bindo Altoviti (c. 1514) - Oil on tablet, 60 x 44 cm - National Gallery of Art, Washington, D.C.
·                     The Sibyls (1514) - Fresco, width at base 615 cm,Santa Maria della Pace, Rome
·                     The Ecstasy of St. Cecilia (1514-1516) - Oil on wood, 220 x 136 cm, Pinacoteca Nazionale, Bologna
·                     Portrait of Balthasar Castiglione (c. 1515) - Oil on canvas, 82 x 67 cm, Louvre, Paris
·                     Woman with a Veil (La Donna Velata) (1515-1516) - Oil on canvas, 82 x 60,5 cm, Palazzo Pitti, Florence
·                     Portrait of Tommaso Inghirami (1515-1516) - Oil on wood, 91 x 61 cm, Palazzo Pitti, Florence
·                     Portrait of Andrea Navagero and Agostino Beazzano (1516) -
·                     Portrait of Cardinal Bibbiena (c. 1516) - Oil on canvas, 85 x 66,3 cm , Palazzo Pitti, Florence
·                     Double Portrait (c. 1516) - Oil on canvas, 77 x 111 cm , Galleria Doria Pamphilj, Rome
·                     Transfiguration (1517-c. 1520) - Oil on wood, 405 x 278 cm, Vatican Museum, Rome
·                     Portrait of Pope Leo X with two Cardinals (1517-1518) - Oil on wood, 155 x 118 cm, Palazzo Pitti, Florence
·                     Christ Falling on the Way to Calvary (1516-1517) - Oil on panel transferred to canvas, 318 x 229 cm, Museo del Prado, Madrid
·                     The Holy Family of Francis I (1518) - Louvre, Paris Visitation
·                     Ezechiel’s Vision (1518) – Oil on wood, 40 x 29 cm, Palazzo Pitti, Florence
·                     St. Michael Vanquishing Satan (1518) - Louvre, Paris
·                     Madonna of the Rose (1518) -
·                     Self-portrait with a Friend (1518-1519) - Oil on canvas, 99 x 83 cm, Louvre, Paris
·                     Portrait of a Young Woman (La Fornarina) (1518-1519) - Oil on wood, 85 x 60 cm, Galleria Nazionale d'Arte Antica, Rome
·                     Visitation - Museo del Prado, Madrid



BAB III

KESIMPULAN

Estetika Barat ada sejak jaman Yunani, disebut Estetika Barat karena menganut paham Imperialisme, Kapitalisme dan juga teknologi. Pada masa ini estetika diartikan sebagai, Asthesis atau Aisthetica yang berarti pencerapan inderawi. Estetika juga diartikan sebagai usaha untuk memahami perkembangan pemikiran. Terdapat 3 filsuf Estetika Barat yaitu: Socrates, Plato dan Aristoteles.
Periodisasi Estetika Barat terbagi atas periode Dogmatis dan periode Reinassance.
Periode dogmatis ini adalah periode pertama dalam sejarah perkembangan estetika. Menurut para tokoh-tokoh di periode ini seni merupakan sebuah tiruan (imitasi). Dan keindahan yang mutlak adalah keindahan yang telah mencapai roh/kejiwaan. Periode Dogmatis disebut juga periode Platonis pada periode inii pemikiran tentang keindahan berawal dari ahli-ahli filsafat Yunani.
 Renaissance diartikan sebagai suatu periode sejarah di mana perkembangan kebudayaan Barat memasuki periode baru dalam semua aspek kehidupan manusia, seperti ilmu-ilmu pengetahuan, teknologi, seni dalam semua cabang, perkembangan sistem kepercayaan, perkembangan sistem politik, institusional, bentuk-bentuk sistem kepercayaan yang baru dan lain-lain. Pada periode ini terdapat 3 tokoh yang terkenal yakni : Leonardo Da Vinci, Michelangelo Buonarroti dan Raphael Sanzio.



DAFTAR PUSTAKA

_____. Socrates. From http://id.wikipedia.org/wiki/Socrates, 07 November 2014
_____. Estetika. From http://id.wikipedia.org/wiki/Estetika, 07 November 2014
_____. Plato. From http://id.wikipedia.org/wiki/Plato, 07 November 2014
_____. Aristoteles. From http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles, 07 November 2014
_____. Aristoteles. From http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles, 07 November 2014
_____. Estetika Periode Dogmatis. From http://kumpulan-puisidanartikel.blogspot.com/2012/03/estetika-periode-dogmatis.html, 07 November 2014
_____. Pengertian Renassance. From http://www.tuanguru.com/2012/02/pengertian-renaissance.html,  07 November 2014
_____. Leonardo da Vinci. From http://id.wikipedia.org/wiki/Leonardo_da_Vinci, 07 November 2014
_____. Michaelangelo Bounarroti. From http://id.wikipedia.org/wiki/Michaelangelo_Buonarroti, 07 November 2014